3
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ
Wa mā adrāka mal-qāri‘ah(tu).
Tahukah kamu apakah al-Qāri‘ah itu?
Tafsir Kemenag Ringkas
Allah mengulangi sekali lagi pertanyaan itu agar manusia semakin tergugah, “Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?”
Tafsir Jalalayn
(Tahukah kamu) atau apakah kamu tahu (apakah hari kiamat itu?) ungkapan ayat ini menambah kengerian yang terdapat di hari kiamat. Lafal Maa yang pertama adalah Mubtada sedangkan lafal sesudahnya yaitu lafal Adraaka merupakan Khabarnya; dan Maa yang kedua berikut Khabarnya berkedudukan sebagai Maf'ul kedua dari lafal Adraa.
Tafsir Kemenag Versi Lengkap
Allah mengulangi kata al-qāri‘ah itu adalah untuk menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat itu, seakan-akan tidak ada sesuatu pun yang dapat dijadikan contoh untuk al-qāri‘ah itu. Bagaimana pun mengkhayalkannya, al-qāri‘ah lebih hebat dari itu.

