1
لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ
Lā uqsimu bihāżal-balad(i).
Aku bersumpah demi negeri ini (Makkah),
Tafsir Kemenag Ringkas
Aku bersumpah dengan negeri ini, yakni kota Mekah, kota kelahiran Nabi dan kota suci umat Islam.
Tafsir Jalalayn
(Sungguh) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah mengandung makna Taukid (Aku bersumpah dengan kota ini) yakni kota Mekah.
Tafsir Kemenag Versi Lengkap
Ayat ini secara harfiah terjemahannya, “Aku tidak bersumpah dengan negeri ini.” Kata “tidak” (lā) dalam ayat itu berfungsi menguatkan, karena itu maksudnya, “Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini.” Atau ayat itu dibaca, “Tidak! Aku bersumpah dengan negeri ini,” yang juga bermakna menekankan.
Allah bersumpah dengan kota Mekah, tempat di mana terdapat Ka‘bah yang dituju oleh manusia dari segala penjuru semenjak didirikan oleh Nabi Ibrahim sampai sekarang untuk melaksanakan ibadah haji. Di samping itu, kota ini juga menjadi pusat perdagangan semenjak lama sekali. Karena didatangi setiap tahun dari segenap penjuru itu, maka kota itu dinamai juga Ummul-Qurā (Induk Negeri-negeri). Kota itu makmur sekalipun sekelilingnya padang pasir.
Allah bersumpah dengan kota Mekah, tempat di mana terdapat Ka‘bah yang dituju oleh manusia dari segala penjuru semenjak didirikan oleh Nabi Ibrahim sampai sekarang untuk melaksanakan ibadah haji. Di samping itu, kota ini juga menjadi pusat perdagangan semenjak lama sekali. Karena didatangi setiap tahun dari segenap penjuru itu, maka kota itu dinamai juga Ummul-Qurā (Induk Negeri-negeri). Kota itu makmur sekalipun sekelilingnya padang pasir.

