Perjalanan hijrah Fatimah Berliana Monika Purba, yang akrab dipanggil Monik, adalah sebuah kisah yang penuh liku. Bagi Monik, hijrah bukan sekadar beralih keyakinan, tapi juga komitmen untuk memeluk Islam dengan segenap jiwa raga. Seorang ibu dari dua anak ini diuji berbagai cobaan semenjak ia memutuskan untuk menjadi mualaf.
Awalnya, Monik menguatkan tekadnya mempelajari Islam demi mengikuti kekasihnya. Proses belajar yang dijalaninya selama dua tahun pun akhirnya membawanya mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan. Namun, setelahnya, ujian kembali menghampirinya. Sang kekasih, alasan utamanya untuk berpindah agama, memilih meninggalkannya. “Saya, sebagai mualaf yang masih lemah imannya, tidak menyangka hal itu akan terjadi. Dan itu menjadi ujian keimanan terbesar saya setelah memutuskan memeluk Islam,” ungkap Monik kepada Republika.co.id.
Monik menyadari bahwa sabar bukan sekadar kata yang mudah diucapkan. Dia merasakan betapa sulitnya bersabar, apalagi saat kondisinya harus bolak-balik rumah sakit karena fisiknya yang tak menentu. Namun, bukannya menyerah, Monik justru menyadari bahwa segala ujian yang ia hadapi adalah tanda cinta Allah, yang ingin menguatkan imannya sebagai Muslimah sejati, bukan hanya karena cinta kepada seorang makhluk.
Di saat sendiri di rumah sakit, Monik seakan mendengar bisikan yang mengajaknya untuk ikhlas dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. “Keluar dari rumah sakit, saya berusaha menjalani hidup dengan lebih baik, ikut pengajian, dan belajar membaca Alquran dari berbagai guru,” ceritanya dengan semangat.
Perjalanan Monik untuk memahami makna sabar dan ikhlas berbuah manis dengan hadirnya Fahmi Hamim Dereinda. Fahmi, seorang Muslim yang tulus, mengutarakan niatnya untuk meminang Monik yang saat itu sudah menjalani kehidupan sebagai Muslimah selama dua tahun. Tanpa ragu, Monik pun menyetujui lamaran Fahmi, dan mereka mengarungi bahtera rumah tangga selama dua belas tahun hingga sekarang.
Ditulis kembali dari cerita di: https://khazanah.republika.co.id/berita/peobbr313/perjuangan-monik-memahami-makna-dari-kata-sabar-dan-ikhlas






