Assalamualaikum, sobat-sobat yang dirahmati Allah! Aku mau berbagi cerita nih, tentang perjalanan keluarga kecilku yang berusaha menjauh dari riba. Subhanallah, ternyata Allah punya rencana yang indah banget buat kita semua!
Jadi gini, ceritanya berawal dari pengajian rutin bulanan di komplek perumahan kami. Waktu itu, sekitar empat tahun yang lalu, aku sama suami nggak sengaja ikutan pengajian yang bahas soal riba. Eh, ternyata malah bikin kita berdua jadi tertunduk malu. Ya Allah, ternyata pengetahuan kami tentang riba tuh minim banget! Itu pertama kalinya aku bener-bener paham apa itu riba, dosanya kayak gimana, dan cara menghindarinya.
Pas sesi tanya jawab, dalam hati aku berdoa, “Ya Allah, jauhkanlah kami dari riba dan berikanlah suamiku pekerjaan yang berkah.” Alhamdulillah, Allah langsung mengabulkan doa itu!
Begitu pulang ke rumah, aku dan suami langsung bahas apa yang disampaiin Pak Ustaz tadi. Akhirnya, kami sepakat buat segera menjauh dari riba. Caranya? Suamiku memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah perusahaan leasing kendaraan. Subhanallah, kalau Allah udah berkehendak dan hidayah udah dateng, apa aja bisa terjadi deh!
Nggak nyangka, dua bulan kemudian suamiku dapet memo dipindahtugaskan ke luar kota. Posisinya malah diturunin lagi! Ya udah, tanpa pikir panjang, suamiku langsung mengundurkan diri. Alhamdulillah, prosesnya lancar jaya. Rencana kami buat hijrah dari riba pun jadi kenyataan.
Nah, di sinilah tantangan dimulai. Tahun pertama tanpa gaji tetap bikin keuangan kami agak tersendat-sendat. Waktu itu anak pertamaku baru semester dua kuliah, sedangkan si bungsu baru masuk SMP. Untungnya, dengan sisa tabungan yang ada, biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari masih bisa diatasi. Tapi begitu masuk tahun kedua, wah… situasinya makin mencekik!
Bayangin aja, masih ada sisa utang bank yang belum lunas, tabungan makin tipis, sementara biaya sekolah nggak bisa ditunda. Usaha yang dirintis suami juga belum menghasilkan. Aku coba bantu dengan bikin tas dan dompet rajutan, tapi ya belum cukup buat nutup kebutuhan. Akhirnya, dengan berat hati, kami harus rela jual mobil satu-satunya. Demi melunasi hutang bank dan bayar biaya sekolah anak-anak.
Hati memang agak lega karena udah nggak dikejar-kejar hutang bank. Tapi ya gitu, uang hasil jual mobil langsung ludes. Hidup harus terus jalan meski pendapatan nggak pasti. Yang penting anak-anak tetep bisa sekolah, apa pun keadaan ortunya.
Alhamdulillah, anak-anakku jadi lebih berprestasi dan nggak banyak nuntut. Dengan uang jajan pas-pasan, mereka malah jadi lebih semangat belajar. Tapi ada satu hal yang bikin aku sedih banget: pas anak-anakku nggak bisa makan tiga kali sehari. Bahkan kadang cuma bisa makan nasi tanpa lauk. Ya Allah… di titik terendah ini, aku sering nangis dan meratapi keadaan.
Kadang-kadang, aku masih kepikiran pengen punya banyak duit meski dekat sama riba. Rasanya belum ikhlas anak-anak ikut susah. Sampai suatu hari, aku ketemu sama orang yang bikin aku sadar. Dia bilang, “Mbak, harusnya Mbak dan keluarga bangga lho. Masih muda udah dikasih hidayah sama Allah. Itu tandanya Allah sayang banget sama Mbak. Jangan disia-siain cinta-Nya ya.”
MasyaAllah… Setelah itu, aku sadar dan mencoba untuk lebih ikhlas dan sabar. Aku mulai banyak bersyukur dan berdoa, “Ya Allah, kuatkan kami dalam ujian ini.”
Eh, nggak lama kemudian, Alhamdulillah… di pertengahan tahun kedua, usaha suami mulai ada kemajuan. Aku juga dapet kerjaan yang bisa buat nutup belanja harian. Perlahan tapi pasti, hidup kami mulai membaik.
Subhanallah, di tahun berikutnya, kehidupan kami udah mulai normal lagi. Usaha suami makin lancar. Anak pertamaku akhirnya bisa lulus kuliah dengan predikat cumlaude sebagai arsitek. Si bungsu juga bisa masuk sekolah negeri impiannya. MasyaAllah, nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan?
Nah, dari pengalaman ini, aku belajar banyak hal. Pertama, jangan takut buat ninggalin sesuatu yang haram demi Allah. Kedua, sabar itu kuncinya, tapi harus dibarengi ikhtiar. Ketiga, keluarga yang kompak itu berkah luar biasa. Dan yang paling penting, Allah nggak akan ninggalin hamba-Nya yang berusaha taat.
Buat temen-temen yang lagi berjuang ninggalin riba atau lagi dalam proses hijrah, semangat terus ya! Ingat, Allah selalu punya rencana indah buat kita. Mungkin prosesnya nggak gampang, tapi yakinlah bahwa hasilnya akan manis. InsyaAllah!
Akhir kata, mari kita selalu berdoa dan berusaha untuk mendapatkan rezeki yang halal dan berkah. Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus. Aamiin Ya Rabbal Alamin.






