Takut Resign dari Pekerjaan Haram? Baca Dulu Artikel Ini

Takut Resign dari Pekerjaan Haram? Baca Dulu Artikel Ini

Hijrah dari Pekerjaan Haram: Susah-susah Gampang, tapi Worth It!

“Gaji gede sih, tapi kok rasanya nggak berkah ya?”
“Pengen sih resign, tapi takut nggak bisa bayar cicilan…”
“Kalau keluar sekarang, ntar anak-anak gimana?”

Pernah kepikiran gini? Tenang, kamu nggak sendirian. Di zaman sekarang, godaan kerja di tempat yang ada unsur haramnya memang besar banget. Apalagi kalau udah dapat posisi mantap, facilities lengkap, dan tunjangan yang bikin iri satu RT.

Kenapa Susah Banget Sih Lepasnya?

Bayangin aja, kamu udah nyaman dengan gaya hidup sekarang. Ada tanggungan biaya hidup keluarga setiap bulan, dari mulai uang sekolah anak, tagihan listrik, sampai kebutuhan dapur. Belum lagi biaya kesehatan yang nggak terduga. Tiba-tiba ada bisikan hati pengen hijrah ke kerjaan yang lebih halal. Gimana nggak dag-dig-dug?

Tapi ingat nih, setan emang nggak akan tinggal diam kalau kita mau bertobat. Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan kita tentang janji iblis:

“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.'” (QS. Al A’raf: 16-17)

Tapi coba deh pikir-pikir…

  • Waktu masih sekolah dulu dapat makan dari mana?
  • Sebelum kerja di tempat sekarang gimana bayar tagihan?
  • Masa Allah yang udah ngasih makan dari kecil, tiba-tiba PHP pas kita mau tobat?

Berkah itu Lebih Penting dari Sekadar Nominal

Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah bersabda:

“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu” (HR. Bukhari Muslim)

Nah, dari sini kita bisa paham: berkah itu jauh lebih penting dari nominal gaji.

Tanda-tanda Rezeki Nggak Berkah

Pernah ngalamin hal-hal kayak gini nggak?

  • Gaji gede tapi selalu merasa kurang
  • Badan capek terus, mental lebih capek lagi
  • Anak atau keluarga sering sakit
  • Rumah tangga berantakan meski finansial oke
  • Hidup kerasa hambar meski rekening tebal

Mungkin ini waktu yang tepat buat introspeksi. Jangan-jangan ini dampak dari rezeki yang nggak berkah?

Langkah-langkah Hijrah yang Realistis

1. Mulai dengan Niat yang Kuat

Nggak perlu langsung resign besok. Tapi mulai tekadkan dalam hati: “Ya Allah, aku pengen kerja yang halal.” Niat yang bener itu setengah dari kesuksesan.

2. Siapkan Plan B (dan C, D, E…)

  • Mulai survey-survey kerjaan halal
  • Belajar skill baru di waktu luang
  • Nabung untuk modal usaha
  • Networking dengan orang-orang yang sudah sukses hijrah
  • Kurangi pengeluaran yang nggak penting

3. Edukasi Keluarga Pelan-pelan

Jangan langsung bilang “Besok Papa resign ya!” ke istri dan anak. Mulai dengan diskusi ringan tentang berkah rezeki halal. Ajak mereka mikir bareng solusinya.

Janji Allah itu Pasti

Dalam hadits shahih, Rasulullah bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)

Dan ingat juga firman Allah:

“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Penutup

Ingat, Allah nggak pernah ingkar janji. Dan buat yang masih ragu, coba renungkan: sebelum kerja di tempat sekarang, Allah udah kasih makan kita kan? Masa iya Allah PHP sama hamba-Nya yang mau bertobat?

Mungkin prosesnya nggak gampang. Mungkin bakal ada masa-masa sulit. Tapi yakinlah, keputusan untuk hijrah ke yang halal nggak akan pernah salah. Allah sudah jamin kok, rezeki semua makhluk-Nya. Masa kita yang mau tobat malah dibiarin kelaparan?

Yuk, mulai langkah pertama hari ini. Nggak perlu terburu-buru, yang penting istiqomah. Karena hijrah yang terbaik adalah yang direncanakan dengan matang dan dilakukan dengan mantap! 🌟


Artikel ini dibuat untuk memotivasi siapapun yang sedang berjuang meninggalkan pekerjaan haram. Tetap semangat, dan ingat: You’re not alone in this journey!

Diadaptasi dari artikel “Meninggalkan Sesuatu Karena Allah” oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc dan “Kalau Resign, Anak Istri Dikasih Makan Dari Mana?” oleh Yudha Adhyaksa.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *