Hei, sudah dengar kisah inspiratif Aisha (dulu bernama Debbie Rogers)? Mualaf asal Skotlandia ini punya cerita luar biasa tentang gimana akhlak mulia bisa jadi jalan pembuka hidayah. Lewat kebaikan dan keteladanannya, Aisha berhasil mengajak 30 orang keluarganya, kerabat, sampai teman-temannya buat memeluk Islam, lho!
Aisha sendiri bilang, dia sama sekali nggak nyesel jadi mualaf. Justru, perasaannya luar biasa bahagia karena bisa berbagi kebaikan Islam sama orang-orang terdekat.
Ceritanya dimulai dari Aisha yang kecil. Dia sering banget lihat sahabatnya, namanya Mohammed, sholat di sela-sela kesibukannya di toko. Pemandangan sederhana itu ternyata ninggalin kesan mendalam, bikin hati Aisha ngerasa damai dan tenang setiap kali lihat.
Mohammed dengan sabar ngejelasin banyak hal tentang Islam ke Aisha, termasuk soal kewajiban sholat lima waktu yang nggak pernah ditinggalkan. Penjelasan dari sahabatnya ini pelan-pelan nyentuh hati Aisha. Meskipun lahir dan besar di keluarga yang non-Muslim dan taat, Aisha akhirnya mantap memeluk Islam waktu usianya 16 tahun. Sejak itu, dia ganti nama jadi Aisha.
Salut banget sama Aisha! Dia bener-bener tekun banget belajar agama Islam dan Al-Qur’an. Buktinya, dia bisa mengkhatamkan Al-Qur’an cuma dalam setahun setelah jadi mualaf.
Perjalanan Aisha dan Mohammed yang makin dekat ini sempat terhalang restu orang tua Mohammed. Mereka khawatir Aisha yang berbudaya Barat bakal “menyesatkan” Mohammed. Tapi, keteguhan hati mereka berdua bikin orang tua Mohammed luluh. Akhirnya, mereka direstui dan menikah di masjid setempat. Uniknya lagi, gaun pengantin yang dipakai Aisha itu dijahit sendiri sama ibu mertuanya!
Sekitar enam tahun setelah menikah, Aisha punya niat mulia: ngajak keluarganya buat jadi mualaf. Dia mulai dengan cara yang santai, ngenalin esensi Islam ke orang tuanya. Aisha nunjukin langsung perubahan positif dalam dirinya, misalnya udah nggak suka ngomongin orang atau merendahkan orang lain di belakang.
Hasilnya? Ibunya Aisha ikut jejaknya, memeluk Islam dan ganti nama jadi Sumayyah. Sumayyah ini masyaAllah, istiqomah banget pakai hijab dan rajin sholat. Ayahnya Aisha memang butuh waktu lebih lama buat mikir.
Aisha nggak menyerah, dibantu ibunya, mereka sering ngajak ayahnya diskusi tentang Islam. Dan alhamdulillah, usaha mereka nggak sia-sia! Ayah Aisha akhirnya memutuskan buat memeluk Islam juga.
Tiga tahun setelah itu, kakak Aisha menyusul, jadi mualaf bareng istri dan anak-anaknya. Nggak lama, adik Aisha juga milih jalan yang sama. Jadi, dalam waktu singkat, semua keluarga intinya Aisha udah memeluk Islam. Subhanallah!
Setelah semua keluarganya memeluk Islam, Aisha tetep semangat nerusin “dakwah”nya ke tetangga-tetangganya. Selama lebih dari 13 tahun, dia rutin ngumpulin keluarga dan kerabatnya buat bikin kelas kajian agama. Perjuangan Aisha ini manis banget hasilnya, dia berhasil mengislamkan total 30 orang. MasyaAllah, semoga jadi amal jariyah yang terus mengalir ya!






