Hei, kamu pernah nggak sih ngerasa kalau hidup udah mentok? Nggak ada jalan keluar? Kayak semua pintu udah tertutup rapat?
Sherly pernah ngalamin itu. Di usia 16 tahun, hidupnya berubah drastis. Perceraian orang tuanya bikin dunianya runtuh. Dia nggak bisa nerima kenyataan, dan perlahan… kehilangan arah.
“Saya sangat marah tentang semuanya dan saya menyalahkan diri saya,” ungkapnya.
Dari situ, Sherly terjerumus ke alkohol. Lama-lama jadi kebiasaan. Dan makin dalam dia tenggelam.
Awal yang Gak Terduga
Di usia yang sama, Sherly mulai bekerja. Di sinilah segalanya perlahan berubah — tanpa dia sadari.
Lingkungan kerjanya mempertemukannya dengan beberapa muslimah. Interaksi sehari-hari bersama mereka jadi titik awal ketertarikannya pada Islam.
Dia ngerasain perhatian dan kepedulian yang beda dari biasanya. Terutama saat bulan Ramadhan tiba.
“Sampai saya masuk universitas di mana saya banyak bertemu orang baru dan beberapa dari mereka adalah muslim yang membuat saya tertarik kepada Islam,” kenangnya.
Pergulatan Batin yang Panjang
Tapi perjalanan Sherly nggak semulus itu. Pas kuliah, dia masih bergumul dengan kebiasaan lamanya. Masih sering mabuk. Masih merasa kosong.
Dia bahkan didiagnosis mengalami kecemasan dan depresi berlebihan.
Di tengah keputusasaan itu, seorang teman menyarankan: coba pelajari Islam.
Awalnya Sherly nolak. Hatinya masih penuh konflik. Tapi perlahan… dorongan untuk mencari jawaban semakin kuat.
Dia mulai baca terjemahan Al-Qur’an secara digital. Dan tanpa sadar, bacaan itu perlahan menenangkan batinnya.
“Dengan Islam saya bisa mengambil hidup saya kembali dan mengetahui asal usul segalanya.”
Keputusan yang Mengubah Segalanya
Hingga suatu hari, sebelum kembali ke kampus di tahun baru, Sherly menghubungi temannya.
Dia bilang serius mau memeluk agama Islam.
Keputusan itu sempat mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Tapi Sherly merasa menemukan sesuatu yang nggak pernah dia rasakan sebelumnya.
Ketenangan. Kejelasan. Damai.
Subhanallah. Dari seorang pecandu alkohol yang penuh kemarahan, Sherly berubah jadi wanita yang menemukan cahaya Islam.
Kisahnya jadi pengingat buat kita semua — hidayah bisa datang dari arah mana pun. Dan nggak pernah ada kata terlambat untuk kembali ke jalan yang benar.
Source: viva.co.id






