Hanya Gara-gara Lihat Temen Sholat, Pemuda Transylvania Ini Akhirnya Bersyahadat

Hanya Gara-gara Lihat Temen Salat, Pemuda Transylvania Ini Akhirnya Bersyahadat

Hei, tahu nggak sih kalau ada seorang pemuda asal Transylvania — ya, daerahnya Dracula itu loh — yang perjalanannya menuju Islam dimulai dari hal yang super sederhana?

Namanya Gabriel Al Romaani. Cowok kelahiran Romania tahun 1983 ini dulunya bukan orang sembarangan.

Dia pernah jadi atlet sepak bola. Kuliah di Kanada. Otak encer.

Tapi di balik semua itu, hatinya kosong.

Yang bikin makin menarik: Gabriel dibesarkan di keluarga yang super religius. Bukan satu agama — tapi campuran. Ada Katolik, Ortodoks, sama Unitarian. Neneknya bahkan udah ngebayangin dia bakal jadi pendeta. Saleh bangetlah pokoknya.

Tapi kuliah di Kanada, semuanya berubah.

Gara-gara Kamal.

Kamal ini temen sekampus Gabriel, asli Bosnia. Yang bikin Gabriel penasaran: Kamal nggak pernah bolong sholat. Mau lagi pesta, mau abis main bola, dia tetap sholat. Nggak ada alasan.

Dari situ Gabriel mulai mikir…. Cara sholat Kamal itu mirip banget sama cara nabi-nabi di Alkitab berdoa. Bahkan Yesus — katanya — sujud di Taman Getsemani.

“Loh, kok sama?”

Keraguan mulai tumbuh. Trinitas, konsep ketuhanan yang selama ini dia pelajari, mulai terasa janggal.

Mimpinya makin aneh.

Gabriel mimpi ditusuk orang pas pesta. Mimpi liat cahaya di langit gelap. Yang paling bikin merinding: dia mimpi Yesus — dan dalam mimpinya, Yesus nolak klaim kalau dirinya itu Tuhan.

Subhanallah.

Puncaknya waktu pertama denger Al-Quran.

Begitu mendengar lantunan ayat-ayat Allah, Gabriel langsung tersentuh. Hatinya adem. Dia merasa Al-Quran ini kayak kelanjutan dari pesan Taurat dan Injil — tapi yang bener, nggak dicampur-campur.

Setiap malam dia baca Al-Quran. Merasa lagi ngobrol langsung sama Allah. Nggak perlu perantara.

Tahun 2003, dia mengucapkan syahadat di depan Kamal.

Langsung berasa bedanya. Beban yang selama ini dipikul lepas. Tidurnya nyenyak. Hatinya damai.

MasyaAllah.

Nggak berhenti di syahadat.

Gabriel belajar sholat, puasa, ngaji. Meski keluarganya awalnya kurang setuju, dia terus jalan. Kini Gabriel udah jadi coach Positive Islamic Psychology, muncul di Peace TV, Huda TV, dan Iqraa TV. Dia juga lagi nempuh S2 di University Malaya.

Bahkan dia nerjemahin buku-buku Islam ke bahasa Romania. Bikin program “Muslim Alpha Men” dan “The Deen Method” — asyik banget kan dakwahnya?

Pesan dari Gabriel: niat yang ikhlas itu kunci. Kalau kita beneran cari kebenaran, Allah pasti kasih jalan.

Nggak peduli lo dari negara mana, sejauh apa lo dari Islam — pintu hidayah selalu terbuka lebar.

Source: telisik.id (https://telisik.id/news/kisah-inspiratif-gabriel-al-romaani-mualaf-setelah-tersentuh-bacaan-al-quran), viva.co.id