Dari Anak Pendeta, Junaedi Menemukan Al-Qur’an di Tengah Banjir

Junaedi Syaputra Pasaribu, 36 tahun. Laki-laki Medan ini tumbuh di keluarga pendeta. 36 tahun lamanya dia hidup sebagai seorang Kristen yang taat.

Tapi Allah punya rencana lain yang tidak pernah dia duga.

Hidup Sebelumnya

Junaedi menikah tahun 2014 dengan seorang muslimah yang mengikutinya masuk Kristen. 12 tahun pernikahan berjalan. Dua anak. Rumah tangga yang biasa-biasa saja.

Hingga satu peristiwa mengubah segalanya.

Titik Balik — Kepergian Sang Buah Hati

Anak keduanya meninggal dunia. Kehilangan itu menghantam Junaedi begitu dalam. Dia mulai bertanya-tanya: untuk apa semua ini? Kemana arah hidupnya?

Di saat yang sama, istrinya kembali ke Islam — setelah 12 tahun setia menunggu.

Tapi Junaedi bilang, “Saya masuk Islam bukan karena anak, bukan karena istri. Ini soal saya dan Tuhan.”

Momen Tak Terduga — Banjir yang Membawa Hidayah

Saat banjir, Junaedi membereskan rumah. Tanpa sengaja, tangannya menyentuh Al-Qur’an. Dia buka, lalu matanya jatuh pada terjemahan Surah Al-Baqarah — ayat yang menyebut Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

“Wah,” pikirnya. “Ini menarik.”

Dia mulai membandingkan. Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur’an. Makin dibaca, makin dia mengerti. “Semua nabi di Alkitab ada di Al-Qur’an. Serupa tapi tak sama.”

Perjuangan Menuju Syahadat

Tapi jalannya tidak mudah. Junaedi sempat ditolak di Masjid Istiqlal dan beberapa masjid lain. Pahit, tapi dia tidak menyerah.

Berkat sepupunya, dia akhirnya sampai di Mualaf Center. Dan di Masjid Agung As-Sakinah, Medan, Junaedi mengucapkan dua kalimat syahadat.

Hidup Sekarang

Istrinya menunggu 12 tahun. 12 tahun tanpa memaksa. Tanpa merengek. Hanya doa dan kesabaran.

“Setelah syahadat, rasanya… damai,” kata Junaedi.

Refleksi

Kadang hidayah datang lewat jalan yang tidak terduga — lewat banjir, lewat duka, lewat ketidaksengajaan. Tapi satu hal yang pasti: ketika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menghalangi.


Source: Tribun-medan.com (https://medan.tribunnews.com/medan-terkini/1784678/dari-keluarga-pendeta-hingga-menemukan-hidayah-perjalanan-hidup-junaedi-syaputra-pasaribu)